Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tata Krama yang Sering Luput Diajarkan Orangtua ke Anak!

Sebagai orangtua, tugas untuk mengasuh anak tak sebatas pada memberi mereka pendidikan yang memadai secara formal saja. Akan tetapi juga menyiapkan mereka untuk tumbuh jadi pribadi yang berakhlak.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang kadang luput untuk mengajarkan tata krama sederhana, tapi sebenarnya penting. Seperti contoh tata krama atau sopan santun berikut ini. Apa saja?

1. Budaya antre

Sesimpel antre, tapi bisa menunjukkan bagaimana karakter seseorang. Punya manner atau nggak, sabar atau egois. Maka dari itu, kamu perlu mengajarkan antre pada anak, sejak dini.

Sebagai contoh, saat anak ingin buang air kecil. Meski ia sudah kebelet dan umumnya dimaklumi ketika menyelak antrean, sebaiknya kamu beri pengertian padanya bahwa hal itu salah. Dan alihkan perhatiannya selama proses mengantre. Jika konsisten diterapkan sejak sekarang, maka antre sudah jadi kebiasaan ketika ia besar nanti.

2. Merespons balik sapaan

Sering kali kita harus menelan kecewa, ketika menyapa anak kecil, kemudian dicuekin. Alasannya, anaknya pemalu. Padahal, kalau sikap ini dibiarkan, bisa terbawa hingga besar. Sehingga anak jadi dianggap enggak sopan.

Cobalah ajarkan anak untuk menyapa balik ketika disapa orang lain. Misalnya berkata “halo” atau “hai”. Selain melatih tata krama si kecil, hal ini juga bisa melatih keberaniannya.

Tapi ingat, ya, semua itu harus dalam pengawasan orangtua. Supaya keamanan anak terjamin, jangan lupa berikan pengertian padanya, jangan menegur atau membalas teguran orang asing, kecuali ia sedang bersama ayah bundanya.

3. Tata krama saat sedang telepon

Kita sepakat, kan, kalau menyela pembicaraan orang lain itu gak sopan? Maka hal itu penting untuk diajarkan pada anak. Anak sebaiknya diingatkan, untuk menunggu dulu ketika butuh sesuatu, saat orangtuanya sedang menelepon.

5 Tata Krama yang Sering Luput Diajarkan Orangtua ke Anak!
Selain itu, ajarkan pula anak bagaimana menerima telepon yang benar. Sampaikan salam atau kata “halo”, serta jangan lupa ucapkan “Tolong ditunggu sebentar, ya”, ketika seseorang ingin bicara padamu di telepon.

4. Tata krama saat belanja

Ada banyak orangtua yang trauma mengajak anaknya berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan. Alasannya, kalau sudah minta sesuatu, gak mau mengerti, bahkan sampai tantrum.

Ketika itu terjadi, saat di rumah, terangkan pada anak, bahwa perilaku demikian gak baik. Untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali, biasakan dari rumah, kamu sudah membuat daftar belanjaan yang mau dibeli, dan biarkan si kecil memegangnya supaya dia merasa punya tanggung jawab akan hal itu.

Kalau si kecil belum bisa baca, kamu bisa buat daftar belanjaan dalam bentuk gambar. Setelah itu, kamu berikan arahan, bahwa saat belanja, hanya akan membeli barang-barang yang sudah terdaftar. Itu peraturannya. Kamu pun bisa menyertakan apa yang hendak dibeli si kecil, apakah itu makanan ringan favoritnya, atau jenis mainan yang kamu bolehkan. Sehingga, anak jadi paham, bahwa gak ada yang namanya beli sesuatu secara mendadak, bahkan sampai tantrum segala.

5. Mengucapkan terima kasih

Di antara kamu mungkin sudah terbiasa menerapkan etika pada anak, untuk berterima kasih ketika menerima bantuan. Atau berterima kasih pada orang yang sudah memberikan jasanya, misalnya saat terima barang dari kurir.

Namun, jangan lupa pula, bahwa ucapan terima kasih pun perlu ketika si kecil mendapat pujian. Karena hal tersebut juga bagian dari sopan santun yang mesti dijaga.

Nah, itu dia beberapa contoh tata krama yang luput diajarkan anak pada orangtua. Ada yang ingin menambahkan?

Posting Komentar untuk "5 Tata Krama yang Sering Luput Diajarkan Orangtua ke Anak!"